Berita

  • Audit Mutu Internal Prodi Pengembangan Masyarakat Islam

     

    Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan ilmiah dituntut untuk mampu meningkatkan mutu akademik serta pelayanannya. Hal ini diperkuat dengan seperangkat regulasi yaitu Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2005 tentang perguruan tinggi, Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang standar pendidikan tinggi, dan Higher Education Long Term Strategy 2003-2010 dan Pedoman Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi tahun 2003.

    Salah satu tujuan Kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) adalah untuk meneliti atau meninjau kepatuhan/ketaatan penjaminan mutu akademik internal tingkat Program Studi  terhadap kebijakan akademik, standar dan sasaran mutu, manual mutu internal tingkat Fakultas dan Universitas. AMI program Studi PMI dilaksanakan pada tanggal 10 Nopember 2021 bertempat di  ruangan Prodi PMI dengan Auditor Ketua  Fitri Ariyani, M. Sc. Tim Prodi PMI terdiri dari Kaprodi PMI: Dr. Titi Antin, S.Sos.,M.Si., Sekretaris Prodi: Yefni, M.Si, Siti Hazar Sitorus, M.Si dan Ricy Wahyuni, S.Sos.

  • Kegiatan Worshop Motivator Islami Bagi Mahasiswa Program Studi PMI

    Tema;

     

    “ Peran Motivator Islami dalam Membentuk Masyarakat Madani”

    Prodi Pengembangan Masyarakat Islam  mengadakan kegiatan workshop motivator Islami bagi mahasiswa yang  dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2021, dilakukan secara daring dengan aplikasi zoom meeting.

    Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan peserta tentang peran motivator Islami dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam membentuk masyarakat madani.

     

    Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam mempunyai posisi strategis dalam pemberdayaan masyarakat yang berperan sebagai motivator Islami dalam mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan.Sebagaimana kita ketahui, paradigma baru pembangunan bukan lagi menempatkan masyarakat sebagai obyek pembangunan, namun melibatkan masyarakat secara aktif sebagai pelaku pembangunan. Hal ini dapat terwujud dengan hadirnya para motivator untuk menggerakkan partisipasi masyarakat tersebut.

    Oleh karenanya workshop ini dinilai tepat dilaksanakan sebagai bekal pengetahuan dan menambah wawasan mahasiswa baik secara teoritis maupun praktis.

    Sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah Ferdinal Ashful, Sp.,M.Si. (Dosen Fakultas Pertanian Universitas Andalas Padang, Inisiator SILeC dan Penggerak Kewirausahaan Sosial Sumatera Barat. Narasumber kedua  adalah Dr. Padil, ST.,MT (Dosen Universitas Riau dan sebagai Reviewer Nasional Pengabdian Masyarakat Kemenristekdikti, serta sebagai penggiat pengabdian masyarakat di wilayah Riau Kepri melalui Forum Layanan Iptek bagi Masyarakat (FLiPMAS “Batobo” Wilayah Riau Kepri).

     

  • Mahasiswa PMI laksanakan Praktek Pengembangan Masyarakat di Desa Koto Damai Kampar Kiri Tengah

    Hari  Jumat, 26 Maret 2021  sampai hari jum’at  02 Apri  2021 mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI)  Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau telah mengadakan kegiatan kunjungan atau praktek lapangan pengembangan masyarakat Islam dalam rangka sebagai salah satu sarana untuk menambah wawasan keahlian dan meningkatkan mutu lulusan  yang dilaksanakan di desa Koto Damai kecamatan Kampar Kiri Tengah kabupaten Kampar dan dihadiri oleh Kepala Camat kampar Kiri Tengah.

    Adapun tujuan dari kunjungan atau praktek lapangan pengembangan masyarakat untuk menerapkan  atau mengaplikasikan teoti-teori tentang pemetaan sosial  yang  diperoleh di kelas. Adapun batasan wilayah pemetaan sosial yang menjadi objek  pengamatan adalah  :

    1. Tingkat aksesibilitas lokasi kelurahan/desa
    2. Letak lokasi kelurahan/desa dari aspek geografis
    3. Sarana informasi yang dimiliki masyarakat
    4. Penyebaran atau konsentrasi masyarakat miskin
    5. Kelompok-kelompok sosial : jenis dan keragamannya. Misalnya ; apakah kelompok pengajian merupakan kelompok elit (eksklusivisme, etnik)
    6. Hubungan sosial antar kelompok
    7. Apa saja kegiatan-kegiatan kelompok
    8. Golongan masyarakat menurut aliran kepercayaan, aliran politik, kepentingan, profesi
    9. Jenis profesi di kalangan masyarakat
    • Tingkat mobilitas penduduk
    • Media informasi yang digunakan menurut jenis profesi
    • Terpaan masyarakat dalam parpol
    • Forum yang biasa digunakan masyarakat untuk menyikapi intervensi sosial
    • Kebiasaan-kebiasaan masyarakat dalam pengambilan keputusan
    1. Cara-cara masyarakat menanggulangi sosial dan masalah-masalah ekonomi
  • “Penguataan Peran Dakwah Bagi Organisasi dan Sertifikasi Lembaga di Era 5.0

    Rabu – Jumat, 17 sampai 19 Maret  2021 pimpinan dan perwakilan Prodi Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau telah menghadiri Pertemuan  Forum Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi se-Indonesia dengan tema “Penguataan Peran Dakwah Bagi Organisasi dan Sertifikasi Lembaga di Era 5.0” yang dilaksanakan  di Hotel Buston  Palembang, yang diselenggarakan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi  Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.

    Hasil  yang disepakati pada pertemuan forum tersebut dan direkomendasikan atau disampaikan Direktur Pendidikan Tinggi Islam adalah sebagai berikut :

    1. Program studi manajemen haji dan umroh secara struktural ditempatkan pada Fakultas Dakwah sehingga perlu perubahan PMA No….Pada aspek penempatan prodi dan gelar keserjanaan
    2. Lulusan Prodi Manajemen Haji dan Umrah secara otomatis memiliki kompetensi sebagai pembimbing haji dan umrah
    3. Penyelenggaraan sertifikasi profesi penyuluh konselor Islami, Profesi Da,i. dan pembimbing haji dan umroh adalah Fakultas Dakwah dan Komunikasi
    4. Nomenklatur Fakultas Sebaiknya diseregamkan dengan nama Fakultas Dakwah dan Komunikasi
    5. Nomenklatur Prodi diseragamkan
    6. Gelar Kesarjanaan harus disesuaikan dengan kompentensi inti Program Studi (gelar diserahkan kepada masing-masing PTKI)
    7. SKPI (surat keterangan pendamping ijazah) diperkuat dengan adanya lembaga sertifikasi profesi di Fakultas, sehingga lulusan Fakultas memiliki
    8. Profesi Penyuluh Sebaiknya menjadi prioritas bagi lulusan Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) dan Bimbingan Konseling Islam (BKI)
  • Focus Group Discussion Penyusunan Program Kegiatan Prioritas Tahunan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sultan Syarif Kasim Riau

    Senin – Rabu 15 s.d  17 Maret 2021 pimpinan dan staff Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau mengadakan kegiatan penyusunan program kegiatan 2022 dengan tema “Focus Group Discussion Penyusunan Program Kegiatan Prioritas Tahunan ” yang diselenggarakan  di Hotel Fox Harris  Pekanbaru,  Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Negeri Sultan Syarif Kasim Riau penyelenggarakan kegiatan

  • Milad Program Studi Penembangan Masyarakat Islam ke 23

    Program Studi Perkembangan Masyarakat Islam  Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau mengadakan Milad ke 23.

  • Mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sultan Syarif Kasim Riau menaksanakan Kegiatan Workshop Fasilitator

    Adapun yang menjadi dasar Kegiatan Workshop Fasilitator Dasar Bagi Mahasiswa Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Suska Riau tahun 2018 adalah SK 0865/R/2018 tentang namanya tersebut pada lampiran  sebagai  Narasumber  Workshop Fasilitator Dasar bagi mahasiswa  jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah dan  Komunikasi UIN Suska Riau tahun 2018.

  • Dosen Prodi Pengembangan Masyarakat Islam mengadakan Koordinasi tentang program Desa Binaan di Desa Bukit Keratai Kabupaten Kampar

    Desa Bukit kratai kecamatan Rimbio  Jaya kabupaten Kampar  provinsi Riau berbatasan dengan desa Batang Batinduh di sebalah utara, Desa  Simpang Petai di sebelah selatan,  Desan Pulau Berindah di sebalah timur dan desa Naga Beralih di sebelah Barat yang terletak  di  daerah sekitar Jl. Lintas Pekanbaru – Bangkinang. Di sini mayoritas penduduknya adalah kaum pendatang (Jawa, Sunda,  dan Batak serta Melayu Bangkinang). Pekerjaan mereka sehari-hari adalah bertani yaitu sawit. Di samping itu juga keluarga mereka diajak untuk  seperti bercocok tanam cabe, sawit, sayuran dan lain-lain sehingga anak dan remaja usia sekolah harus membantu mereka bekerja. Para ibu rumah tangga yang rata-rata memiliki anak 3 orang ini, kebanyakan berpendidikan Sekolah Dasar (SD), bahkan ada yang tidak menamatkan sekolah setingkat itu.    Di lokasi ini terdapat 1 (satu)  masjid  dan 3 (tiga) Musollah  yang terletak di tengah-tengah pemukiman mereka. Keberadaan masjid tersebut tidak ada pengaruh bagi aktivitas keberagamaan para ibu rumah tangga sekitar. Ibu-ibu tersebut tidak mau bergabung bersama dengan anak-anak  dalam melakukan aktivitas ibadah, seperti shalat fardhu, pengajian dan lain-lain. Mayoritas mereka tidak bisa membaca al-Quran, kurang tahu mengerjakan shalat. Khusus untuk warga di Dusun tersebut, apabila salah seorang dari warga meninggal dunia, Ketua RT harus mencari ustadz/zah dari RT/Dusun lain untuk menyelenggarakan jenazah tersebut (memandikan, mengkafani), karena tidak ada dari mereka  yang mampu mengerjakan hal tersebut. Hal ini terjadi karena tidak adanya kegiatan-kegiatan keagamaan khusus bagi Ibu rumah tangga seperti kegiatan wirid kaum ibu, pembelajaran keagamaan dan lain-lain yang diadakan oleh mereka.

    Fenomena ini menarik, maka perlu kiranya akademisi khususnya dosen UIN Suska Riau untuk terjun langung ke lokasi tersebut dalam rangka membina warga masyarakat khususnya para Ibu rumah tangga dan pemuda-pemuda yang memerlukan pembinaan terutama dalam hal sosial keagamaan. Atas dasar inilah penulis bermaksud untuk mengadakan pembinaan terkait persoalan-persoalan yang dihadapi oleh para ibu rumah tangga dan pemuda-pemudanya di Desa Bukit Keratai  kecamatan Rumbio Jaya  Kabupaten Kampar

  • Rapat Menyatukan Persepsi Desa Binaan Bukit Keratai

    Dosen-Dosen Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau   melaksanakan rapat pada tanggal  08 Januari  2020 dalam menyatukan persepsi tentang program desa binaan