Berita

  • Tim Dosen PMI: Peringatan HUT RI ke-79

    Peringatan HUT RI ke-79: Tim Dosen PMI Foto Bersama Dekan FDK Penerima Satya Lencana Karya Satya X Tahun

    Pada peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-79, Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau mengadakan serangkaian kegiatan untuk memperingati momen bersejarah ini menggunakan Pakaian Adat Nusantara. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wujud rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diraih, tetapi juga sebagai bentuk dedikasi dalam mengabdi kepada bangsa melalui pendidikan dan pengembangan masyarakat.

    Dalam acara peringatan tersebut, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi turut hadir dan menerima penghargaan Satya Lencana Karya Satya X Tahun. Penghargaan ini diberikan kepada dosen yang telah mengabdikan diri selama sepuluh tahun dengan dedikasi dan integritas tinggi dalam dunia pendidikan. Penerimaan penghargaan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Fakultas Dakwah dan Komunikasi, terutama bagi Prodi Pengembangan Masyarakat Islam yang selalu berusaha untuk memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat.

    Acara upacara bendera ini diakhiri dengan doa bersama, yang menjadi simbol kebersamaan dan komitmen seluruh civitas akademika FDK dalam menjaga semangat perjuangan dan kemerdekaan. Peringatan HUT RI ke-79 ini menjadi momentum bagi seluruh dosen dan mahasiswa untuk terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa, khususnya dalam bidang pengembangan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.

  • Memaknai kemerdekaan Republik Indonesia ke-79

    Makna kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 bagi Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) dapat dilihat dari beberapa perspektif:

    1. Penguatan Kemandirian Masyarakat: Kemerdekaan RI ke-79 menandakan perjalanan panjang bangsa dalam mencapai kemandirian. Bagi Prodi PMI, hal ini relevan dalam upaya membangun masyarakat yang mandiri secara sosial, ekonomi, dan budaya melalui berbagai program pemberdayaan. Prodi PMI dapat mengintegrasikan nilai-nilai kemerdekaan dalam kurikulum dan kegiatan mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kemandirian dan partisipasi aktif dalam pembangunan masyarakat.

    2. Penerapan Nilai-nilai Kebangsaan: Kemerdekaan mengajarkan nilai-nilai kebangsaan seperti persatuan, toleransi, dan gotong royong. Dalam konteks Prodi PMI, nilai-nilai ini dapat diterapkan dalam setiap aktivitas pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa diajak untuk memahami dan mengaplikasikan semangat kebangsaan dalam setiap proyek atau program yang dilaksanakan, sehingga masyarakat yang dibina dapat hidup dalam harmoni dan kesejahteraan.

    3. Peningkatan Peran dalam Pembangunan Nasional: Sebagai bagian dari institusi pendidikan yang berfokus pada pengembangan masyarakat, Prodi PMI memiliki peran penting dalam pembangunan nasional. Kemerdekaan ke-79 dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kontribusi Prodi dalam berbagai aspek pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan penguatan kapasitas masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan yang berkelanjutan.

    4. Refleksi dan Evaluasi: Momen kemerdekaan juga merupakan waktu yang tepat untuk refleksi dan evaluasi terhadap peran dan pencapaian Prodi PMI. Apakah program-program yang dijalankan sudah sejalan dengan semangat kemerdekaan? Apakah sudah memberi dampak positif yang signifikan bagi masyarakat? Pertanyaan-pertanyaan ini penting untuk memastikan bahwa Prodi PMI terus relevan dan adaptif terhadap tantangan zaman.

    5. Inspirasi untuk Inovasi: Kemerdekaan membawa semangat inovasi untuk terus maju dan berkembang. Prodi PMI dapat menjadikan semangat kemerdekaan sebagai inspirasi untuk mengembangkan metode dan strategi baru dalam pengembangan masyarakat, yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan zaman.

    Dengan demikian, kemerdekaan RI ke-79 bagi Prodi Pengembangan Masyarakat Islam bukan hanya sebuah perayaan, tetapi juga merupakan momen untuk memperkuat komitmen dalam membangun masyarakat yang lebih baik melalui pendidikan, pemberdayaan, dan pengabdian.

    Penulis: Yulia Annisa, M.Sos

  • Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Prodi Oleh Dosen Pengembangan Masyarakat Islam

    Prodi Pengembangan Masyarakat Islam Komitmen Lahirkan Lulusan Berkualitas

    Pekanbaru- Program Studi (Prodi) Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sultan Syarif Kasim Riau komitmen  melahirkan lulusan berkualitas.

    Hal ini disampikan pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penguatan Prodi PMI,  Kamis (8/8/2024).

    Penguatan Prodi PMI perlu dilakukan agar lebih maju dan kualitas, peningkatan jumlah mahasiswa dan lulusan Prodi PMI yang berkualitas. Maka Prodi PMI akan menyusun portopilio PMI.

    Selain itu, Prodi PMI juga mendiskusikan tentang Program Praktek Kerja Lapangan Mahasiswa berbasis Profil  program studi yakni sebagai Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat, Da’i pembangunan dan memiliki kemampuan dibidang kewirausahaan sosial.

    Kegiatan FGD yang dihadiri langsung oleh Ketua Prodi PMI, Dr Titi Antin, S.Sos, M.Si dan Sekretaris Prodi PMI, Yefni, M.Si dan seluruh dosen Prodi PMI ini juga membahas perlunya sosialisasi untuk meningkatkan jumlah mahasiswa PMI kedepannya dan menentukan target sasaran mahasiswa PMI yang akan dibidik.

    Dalam kesempatan yang sama, Prodi PMI juga mengevaluasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Program Studi PMI selama semester Genap TA 2023-2024, dan membuat rencana program semester Ganjil TA 2024-2025.

    Sumber berita : Yefni, M.Si

  • Kuliah Kerja Nyata

    Selamat Melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Prodi Pengembangan Masyarakat Islam

    ” Maju Bersama Pemberdaya Muda Dalam Mengembangkan Potensi Lokal”

    #salampemberdayaan

     

  • Perpanjangan Pembayaran UKT dan Validasi Wisuda Semester Genap UIN Suska Riau Tahun 2024

    Pekanbaru, 19 Juli 2024 – UIN Suska Riau mengumumkan perpanjangan tenggat waktu pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan validasi wisuda untuk mahasiswa semester akhir. Keputusan ini diambil sebagai respon terhadap mahasiswa yang mengalami kesulitan finansial dan administrasi.

    Mahasiswa diberikan waktu tambahan hingga 31 Juli 2024 untuk menyelesaikan pembayaran UKT. Selain itu, UIN Suska Riau juga memperpanjang waktu validasi wisuda hingga 30 Juli 2024. Mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh persyaratan akademik diharapkan segera melakukan validasi untuk memastikan mereka dapat mengikuti prosesi wisuda yang dijadwalkan sesuai kalender Akademik 2024.

    Ka. Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), menghimbau mahasiswa untuk memanfaatkan waktu tambahan ini sebaik-baiknya. “Kami ingin memastikan semua mahasiswa yang telah memenuhi syarat dapat mengikuti wisuda tanpa hambatan administrasi. Perpanjangan ini memberikan kesempatan bagi mereka yang belum sempat melakukan validasi,” kata Dr. Titi Antin, M.Si.

    Panduan dan Informasi Lebih Lanjut klik download file di bawah ini👇🏻:

    PENGUMUMAN_19_07_2024

  • PENERIMAAN MAHASISWA BARU: Perpanjangan pendaftaran Ujian Computer Assisted Test (CAT) Mandiri 2024

    Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (UIN Suska Riau) mengumumkan perpanjangan pendaftaran Ujian Computer Assisted Test (CAT) Mandiri 2024. Keputusan ini diambil untuk memberikan kesempatan lebih luas bagi calon mahasiswa yang belum sempat mendaftar dalam periode pendaftaran awal.

    Yuk cek jadwalnya Perpanjangan Jadwal CAT Mandiri

  • Info Beasiswa: Provinsi Riau Buka Kesempatan Emas bagi Pelajar dan Mahasiswa Berprestasi

    Pekanbaru, 11 Juli 2024 – Pemerintah Provinsi Riau kembali memberikan kesempatan emas bagi pelajar dan mahasiswa berprestasi melalui program beasiswa unggulan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan dukungan finansial bagi mereka yang membutuhkan. Beasiswa ini merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas di Riau. Para penerima beasiswa diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan mereka. Dengan demikian, mereka dapat berkontribusi lebih besar dalam pembangunan daerah dan membawa nama baik Provinsi Riau di kancah nasional maupun internasional.

    Yuk cek Syarat dan Jadwal pendaftara berikut:Pengumuman Beasiswa Pemprov Riau Tahun 2024Pengumuman Beasiswa Pemprov Riau Tahun 2024

  • SERONOK (Seru-seruan Nongkrong Bareng PMI 21 A)

    SERONOK PMI 21 A adalah kegiatan di luar ruangan yang di desain oleh mahasiswa/I PMI 21 kelas A dalam rangka mempererat tali persaudaraan antara satu dan yang lainnya. Mahasiswa semester akhir yang butuh refreshing ini akhirnya mengadakan kegiatan gokil yang seru abis sebagai “acara perpisahan” sebelum akhirnya sibuk dengan urusan KKN dan sebagainya. Untuk memastikan setiap anggota kelas tidak akan ada yang saling melupakan, selain untuk mempererat tali persaudaraan, kegiatan ini juga di desain dengan tujuan untuk meningkatkan kerjasama, melatih kemampuan komunikasi interpersonal, melatih jiwa kepemimpinan, meningkatkan motivasi belajar serta mengasah kemampuan mahasiswa/I dalam memecahkan masalah yang terdapat di dalam kelompok. Lewat kegiatan ini, tentu akan terjadi dinamika kelompok yang mana kemampuan interpersonal setiap mahasiswa/I akan diuji baik secara sadar ataupun tidak sadar. Untuk itu, kami memutuskan untuk mengadakan kegiatan ini.

    “Aku, Kamu, Kita Mengukir Cerita” kami ambil sebagai jargon untuk kegiatan ini. Jargon ini menggambarkan sebuah harapan, agar nanti setelah satu persatu dari kami pergi meraih mimpi akan tetap terkenang di hati cerita-cerita yang pernah diukir selama menjadi mahasiswa/I PMI UIN SUSKA RIAU.

    Kegiatan yang diadakan pada Minggu, 23 Juni 2024 di alamayang, Pekanbaru ini benar-benar memberi kesan untuk setiap mahasiswa/I yang ikut serta di dalamnya. Kebersamaan yang terjalin lewat SERONOK PMI 21A membuat kami lebih saling mengerti dan memahami antara satu dan lainnya.

    Ada beberapa agenda yang kami lakukan selama kegiatan ini, yaitu bermain games, penampilan pentas seni, penyampaian pesan dan kesan serta bernyanyi bersama. Cukup sederhana memang, tapi inilah yang kami butuhkan. Sebelumnya, jarang sekali kami meluangkan waktu untuk ngumpul bareng, tapi berkat saran dari para dosen dan keinginan kuat dari kami, alhamdulillah kegiatan ini dapat terlaksana.

    Dari awal persiapan hingga penutupan, kami berhasil melakukannya secara bersama-sama. Melewati berbagai macam proses, dari perbedaan pendapat, miss komunikasi, acuh tak acuh hingga akhirnya kami berhasil menemukan titik terang bahwa kunci keberhasilan kegiatan ini adalah saling mengerti dan menghargai serta komunikasi. Ego yang sama-sama besar, sempat membuat kami terpecah belah, namun akhirnya kami sadar bahwa acara ini tidak akan berhasil jika ujungnya kita tidak bersama-sama. SERONOK PMI 21 A ditutup dengan menyanyikan lagu CJR – lebih baik.

     

  • Selamat Hari Raya idul Adha 1445/2024

    Hari Raya Idul Adha memiliki makna yang sangat mendalam dalam konteks pengembangan masyarakat Islam. Beberapa poin penting terkait makna tersebut antara lain:

    1. Ketaatan dan Pengorbanan

    Idul Adha merupakan peringatan atas ketaatan Nabi Ibrahim AS kepada Allah SWT, yang bersedia mengorbankan putranya, Ismail AS, demi memenuhi perintah-Nya. Kisah ini mengajarkan umat Islam tentang pentingnya ketaatan total kepada Allah dan kesediaan untuk berkorban demi kebaikan yang lebih besar. Nilai ini sangat relevan dalam pengembangan masyarakat, di mana pengorbanan individu untuk kepentingan bersama adalah kunci untuk mencapai kemajuan kolektif.

    2. Solidaritas dan Kepedulian Sosial

    Salah satu amalan utama Idul Adha adalah penyembelihan hewan kurban dan distribusinya kepada mereka yang membutuhkan. Ini memperkuat ikatan sosial dalam masyarakat dengan mengajarkan pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama. Dalam konteks pengembangan masyarakat, solidaritas dan kepedulian ini membangun fondasi bagi kohesi sosial dan kerja sama komunitas yang lebih kuat.

    3. Keadilan Sosial

    Distribusi daging kurban kepada yang miskin dan kurang mampu mencerminkan prinsip keadilan sosial dalam Islam. Idul Adha mengingatkan umat Islam akan tanggung jawab mereka untuk mengurangi kesenjangan sosial dan membantu sesama yang kurang beruntung. Dalam pengembangan masyarakat, penerapan prinsip keadilan sosial ini membantu menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan adil.

    4. Pembentukan Karakter

    Nilai-nilai yang terkandung dalam Idul Adha, seperti ketakwaan, kesabaran, dan ketulusan, berperan dalam pembentukan karakter individu. Karakter yang baik adalah fondasi bagi masyarakat yang sehat dan produktif. Dalam konteks pengembangan masyarakat, individu yang memiliki karakter kuat dan moralitas tinggi akan menjadi agen perubahan yang positif.

    5. Pemberdayaan Ekonomi

    Idul Adha juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan, terutama melalui aktivitas pembelian hewan kurban dan distribusinya. Ini menciptakan kesempatan ekonomi bagi peternak dan pedagang, serta memastikan bahwa nutrisi yang cukup tersedia bagi mereka yang kurang mampu. Aspek pemberdayaan ekonomi ini mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dalam masyarakat.

    6. Penyatuan Umat

    Perayaan Idul Adha adalah momen di mana umat Islam dari berbagai latar belakang berkumpul untuk beribadah dan merayakan bersama. Ini memperkuat rasa persatuan dan kesatuan dalam komunitas Muslim. Dalam konteks pengembangan masyarakat, persatuan ini adalah elemen penting yang membantu mengatasi perbedaan dan membangun kekuatan kolektif.

    Makna Hari Raya Idul Adha dalam konteks pengembangan masyarakat Islam sangatlah luas dan mendalam. Nilai-nilai ketaatan, pengorbanan, solidaritas, keadilan sosial, pembentukan karakter, pemberdayaan ekonomi, dan persatuan semuanya berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat yang lebih baik. Dengan menerapkan nilai-nilai ini, masyarakat Islam dapat mencapai kemajuan yang berkelanjutan dan harmonis.